Posted by: M'Creative | 4 January 2013

Hari Ketiga Pendakian Gunung Semeru. Menggapai Mahameru (Part III)


Hari Ketiga Pendakian Gunung Semeru. Menggapai Mahameru (Part III)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya. Mahameru Summit Attack.

Great Adventure of Mahameru, Semeru part I

Pendakian Gunung Semeru. Ranu Kumbolo – Arco Podho (Part II)

Pukul 12:00 WIB sebaiknya bergegas untuk bangun. Segera persiapakan makanan untuk makan sebelum summit attack. Bawa bekal seperlunya (air gula, air tawar dan snack secukupnya).  Pastikan peralatan  pribadi seperti headlamp/senter, sarung tangan, Jaket, masker dll telah dipakai. Simpan barang bawaan yang tidak diperlukan.  Sebaiknya pukul 01:00 sudah berangkat, karena pengalaman saya waktu yang ditempuh untuk mencapai puncak sekitar 4 jam bila sedang ramai pendaki.

Kurang dari setengah jam dari Arco Podho, kita sudah sampai di tanjakan pasir Mahameru

Benar kata orang, “maju 2 langkah, mundur 1 langkah”. Bila menapakkan kaki 2 langkah , pasir kerikil akan longsor dan memaksa kaki kita untuk mundur 1 langkah.  Harus extra hati-hati, bila terpeleset bisa sampai terperosot jatuh akan sulit untuk mencari pegangan karena 75 persen adalah pasir kerikil.

Karena kekuatan fisik telah berkurang karena melewati rute yang jauh,  akan terasa berat. Kunci untuk melewati jalur seperti ini adalah, berjalan perlahan dan atur nafas. Pastikan membawa masker yang bagus karena debu dan udara dingin terasa sangat tidak nyaman.

Sekitar  pukul 05:00 kami sampai di puncak. Belum banyak pendaki yang sampai.

Jika bertanya “Apa yang dirasakan saat itu???” Rasa Haru yang sangat dan bangga. Rasa lelah, capek, haus, lapar, dingin seketika hilang untuk berapa saat lamanya.  Udara sangat dingin ditambah angin berhembus dengan kencangnya.

Kami bergabung dengan pendaki lokal yang dengan cekatan membuat perapian.  Kami terperanjat mendengar bunyi keras yang belum pernah saya dengar sebelumnya, seperti terjadi kebocoran pipa gas. Tidak beberapa lama, tampak asap putih kecoklatan muncul dari kawah Jlonggring Seloka. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Maha Suci Allah.

Saya merogoh GPS di kantong jaket dan mencoba melihat jam berapa matahari terbit.  Namun saya lupa melihat jam tangan saya untuk mengecek suhu udara di puncak.

GPS itu tidak meleset, jam 06:31, senja merah menyembul di ufuk timur disusul dengan terbitnya matahari.

Dan bagaimana langit ditinggikan

Dan bagaiamana bumi dihamparkan

Dan bagaimana gunung dipancangkan

Tidak berapa lama kami mengikuti wisatawan mancanegara dari perancis yang lebih dulu pergi untuk melihat kawah Jonggring Seloka lebih dekat.

Wajib hati-hati!!! Walaupun terlihat mudah, namun jika terpeleset jatuh sangat sulit untuk mengevakuasi.

Dengan sabar kami menunggu dan menunggu, sekitar 30 menit saat yang ditunggu-tunggu pun datang. Tampak semuanya dengan cepat mengarahkan kamera ke dasar kawah dan entah berapa slide fhoto yang diambil.

Layaknya letusan bom atom,  nampak seperti pohon.

Setelah berpuas-puas diri, kami sempatkan untuk berpose bersama dengan wisatawan asing. Sayangnya  ketika saya bertanya “Speak English mrs???” dia menjawab “No, I don’t”

Udara sudah tidak terasa dingin, namun angin tetap berhembus dengan kencang.

Kemegahan Mahameru memang layak diacungi jempol, saksi bisu ratusan dan mungkin ribuan pendaki dengan semangat dan cerita masing-masing menggapai Mahameru.  Inspirasi Tiada Batas.

To Be Continued,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: