Posted by: M'Creative | 4 January 2013

Pendakian Gunung Semeru. Ranu Kumbolo – Arco Podho (Part II)


Suasana Pagi Ranu Kumbolo ~ Pendakian Gunung Semeru

Hari kedua pendakian Gunung Semeru. Ranu Kumbolo – Arco Podho

Rute yang ditempuh di hari kedua adalah Tanjakan Cinta, Oro Oro Ombo, Cemporo Kandang, Jambangan, Kali Mati sampai Arco Podho.

Matahari bersinar cerah, setelah bermukim di Ranu Kumbolo untuk beristirahat dan memulihkan energy kami melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya.

Saya tidak tau “Siapa yang memberi nama Tanjakan Cinta”, kenapa  tidak diberi nama yang lain. Jadi ketika meninggalkan Ranu Kumbolo akan melewati sebuah tanjakan, biasa disebut Tanjakan Cinta. Bisa ditempuh dalam waktu sekitar 5 s/d 15 menit, tergantung kondisi fisik dan berat beban yang dibawa.

Dari atas tanjakan cinta kita bisa menyaksikan keindahan Ranu Kumbolo yang  jikalau sedang banyak pendaki tidak jauh berbeda dengan pantai.

 

Oro Oro Ombo merupakan sabana  rumput liar yang sejenis, entah apa namanya. Tingginya kurang lebih 50-60cm, namun dari kejauhan tampak seperti rumput yang pendek. Entah bagaimana tumbuhan ini bisa hidup dalam cuaca yang ekstrim, bahkan tanahpun berdebu. Kering, ketika siang terasa sangat menyengat, namun jika malam tiba suhunya bisa mencapai  -20 derajat celcius.

Oro Oro Ombo dari Tanjakan Cinta, jauh di depan tampak hutan kawasan Cemoro Kandang

Seperti ilalang, kita bisa mendapatkan gambar yang menarik dengan angle yang tepat di tempat ini.

Sesuai dengan namanya Oro Oro Ombo (sabana yang luas), tidak ada pohon di sini, sampai di kawasan Cemoro Kandang. Banyak pohon cemara di sini,,, namanya juga cemoro kandang,

Melewati Oro Oro Ombo

Sampai di cemoro kandang kita bisa beristirahat sejenak untuk sekedar menata nafas ataupun melepas dahaga. Jalur di sini hampir sama dengan jalur sebelumnya, tidak ada tanjakan berarti, jambangan sampai dengan Kali Mati.

Kawasan Cemoro Kandang

Kali Mati biasa digunakan banyak pendaki untuk bermalam sebelum summit attack, ada beberapa  kelebihan bermukim di Kali Mati, yang paling utama adalah faktor keselamatan.  Jika sewaktu-waktu Semeru memuntahkan laharnya, kita bisa dengan segera melakukan evakuasi di kawasan yang lebih aman setidaknya kita bisa berlari menuju Ranu Kumbolo karena jalur antara Ranu Kumbolo dengan Kali Mati  mudah ditempuh. Yang kedua adalah tersedianya sumber air bersih , biasa disebut Sumber Air Mani. Bisa ditempuh sekitar 15 menit dari kali mati.

Sumber Air Mani, persediaan air di Kali Mati

Kekurangannya adalah jauhnya  jarak tempuh yang harus ditempuh untuk mencapai puncak. Kita harus melewati hutan dengan tanjakan berdebu sekitar 45 – 60 menit untuk mencapai arcopodo, dan setelahnya kita harus melalui tanjakan pasir yang membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai Mahameru. Tidak ada jalur datar, semuanya tanjakan sampai puncak.

Yang kedua adalah suhu udara yang sangat rendah. Hampir sama dengan Ranu Kumbolo. Dingin dan Kering.

Jika membawa rombongan dalam jumlah besar (lebih dari 10 orang) disarankan untuk bermukim di Kali Mati, relatif aman.

Kalimati. 2700 mAsl. Puncak Mahameru berada pada ketinggian 3676 mAsl

Dari Kali Mati perjalanan diteruskan menuju Arco Podho , konon ada Arco Podho (Arca yang sama) disini entah bermakna harfiah ataupun istilah saya juga kurang tau. Kawasan Arco Podho lebih hangat, banyak pohon sehingga angin berhembus tidak kencang.  Nyaman untuk bermukim dan beristirahat.

Hari masih terang, sekitar jam 3 sore. Sangat banyak waktu untuk persiapan untuk esok hari, Mahameru Summit Attack

Persiapan bermalam di Arco Podho

Continued,,,,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: