Posted by: M'Creative | 10 January 2013

Tips Aman Mendaki Gunung dari Segi Non Fisik


Mendaki gunung saat ini bukan suatu hal yang langka malah sebaliknya, semakin tahun semakin banyak peminatnya terutama komunitas pelajar dan mahasiswa. menjelang sunrise mahameru semeru Masa-masa ini adalah masa dimana fisik dalam kondisi bagus, energik dan semangat. Kendalanya cuma satu, dari sisi “keuangan”, serba tipis dan ngirit. 

Untuk komunitas Pecinta Alam dari golongan karyawan atau wiraswasta, dana operasional untuk mendaki gunung bukanlah soal, kendalanya adalah waktu yang serba mepet dan tidak bisa direncanakan, karena tugas kantor terkadang juga mendadak dan mau tidak mau kegiatan pribadi harus ditunda untuk kepentingan kantor.

Selain kesiapan materi peralatan, bahan makanan dan fisik, faktor emosi dan kejiwaan sangat lah penting ketika mendaki gunung.

Ada kalanya kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya, ternyata faktor cuaca tidak mendukung kita untuk sampai puncak, hujan, badai, kabut dll. Memang terasa sangat mengecewakan.

Berikut ini ada beberapa tips mendaki gunung  dari sisi psikis untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan ketika mendaki gunung.

1. Tidak Sombong. Betapapun anda telah puluhan bahkan mungkin ratusan kali naik gunung, pantang bagi anda untuk sombong. Bagaimanapun medan yang akan ditempuh, berapapun tinggi gunung,  sifat sombong mutlak tidak boleh ada. Karena tak jarang para pendaki yang telah berhasil sampai puncak di gunung tertentu dengan medan yang sulit ternyata tidak mampu berhasil sampai puncak di gunung yang lebih rendah dan medan yang mudah.

2. Tidak Mengeluh. Orang jawa bilang “ngresulo / sambat”. Anda sudah berniat untuk mendaki gunung, maka apapun yang diberikan oleh gunung tersebut, anda harus terima dengan rasa sabar. Jalani dan teruslah melangkah, kalau memang tidak mampu istirahat dan jangan memaki.

3. Senantiasa berfikiran positif. Di tengah-tengah perjalanan, jangan pernah berpikiran negatif. Terkadang, karena takut dan khawatir, muncul di benak, perasaan yang aneh-aneh, “jangan-jangan nanti ada bla bla bla”,

4. Tawakal. Kepasrahan total. Apapun yang nanti terjadi adalah kehendak yang Kuasa. Entah itu jatuh, pingsan, sakit, cuaca buruk, atau bahkan resiko kematian.

5. Niatkan untuk Ibadah. Mensyukuri nikmat yang Kuasa atas segala ciptaan-Nya. Tidak semua orang mampu dan mau mendaki gunung. Apabila anda mati, itupun mati dalam ibadah.

6. Segala yang ada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Kita tidak tau siapa yang selama ini menjaga gunung, langit, hutan, sungai maupun tanah. Ketika hendak melangkah sampaikan salam kepada mereka yang menjaga gunung, tanah dll. Ini tidak syirik. Ada banyak salam yang bisa disampaikan, anda bisa belajar dari guru-guru spiritual, jangan belajar dari guru syariat, karena guru syariat tidak mengenal ilmu-ilmu seperti ini. Saya sendiri biasa kirim hadiah fateha kepada wali/malaikat penjaga sebelum mendaki. tentu saja mereka (wali/malaikat) hanya mampu menolong kita atas ijin Allah. Point ke – 6 ini, anda harus berguru dulu.

7. Menghindari pantangan yang memang berlaku. Misalnya ada kalanya, kita sering buang air sembarangan, ini harus dihindari karena memang dalam agama ini juga diatur, hanya pengetahuan saja yang kita tidak punya. Jangan sombong bahwa pantangan itu bohong/ sekedar hanya untuk menakuti. Termasuk waktu-waktu tertentu dimana kita harus berhenti sejenak, misal jam 12 siang sampai habis dhuhur, jam 5 sore sampai habis magrib. Dan masih banyak lagi hal-hal yang akal sering tidak mampu menerima.

InsyaAllah dengan  tips  mendaki gunung  di atas anda bisa menjalani perjalanan pendakian anda dengan aman dan nyaman.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: